Foreign Policy Decision Making

Dalam mempelajari politik dunia, kita biasanya menggunakan kata aktor untuk menyebut individu, kelompok, negara, atau organisasi yang memainkan peran utama di dalamnya. Para aktor transnasional ini antara lain adalah negara, organisasi internasional, organisasi internasional non-pemerintah (INGo), perusahaan multinasional (MNC), hingga kelompok teroris. Apapun hubungan kapasitas mereka dalam mempengaruhi kondisi global, keputusan mereka akan mempengaruhi kehidupan kita (rakyat). Tetapi, rakyat juga memiliki kemampuan untuk membuat keputusan yang bebas dan dapat membuat sebuah perbedaan dalam sejarah dunia. Namun, bab ini hanya membahas tentang peranan negara dalam keputusan pembuatan kebijakan luar negeri.

Sistem negara yang modern seperti saat ini terlahir setelah adanya Perjanjian Westphalia pada tahun 1948 yang mengakhiri Perang Tiga Puluh Tahun di Eropa. Sistem baru ini menyatakan negara secara geografis dan politis yang terpisah tidak mengakui adanya kekuasaan lain yang lebih tinggi daripada negara. Perjanjian ini juga melahirkan konsep negara-bangsa (state-nation) dan kedaulatan negara (state sovereignty). Kedaulatan negara dapat diartikan sebagai kekuasaan negara untuk mengatur seluruh urusan dalam dan luar negerinya.

Ada beberapa perbedaan pandangan mengenai negara. Ada pandangan yang menganggap secara murni negara hanyalah sebagai pemusatan power yang berdasarkan pada kekuatan militer. Ada juga pandangan lain yang menyatakan bahwa negara adalah sebuah institusi yang dilegitimasi oleh rakyatnya, karena negara mewakili rakyatnya, baik di dalam negara itu sendiri maupun di luar negeri. Menurut kaum liberalis, negara adalah sebuah institusi yang mempunyai peran positif dalam mempromosikan kepentingan dari rakyatnya. Namun kaum Marxis menganggap negara sebagai kaki tangan kelompok tertentu.

Setelah membicarakan tentang negara, maka timbullah pertanyaan apa yang dimaksud dengan kebijakan luar negeri? Kebijakan luar negeri adalah keputusan yang diambil suatu negara untuk mengatur otoritas dan mewujudkan tujuan internasionalnya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pengambilan kebijakan luar negeri suatu negara, di antaranya adalah geopolitik, kemampuan militer, kondisi ekonomi, tipe pemerintahan, dan sumber daya suatu negara.

Dalam menganalisis pengambilan kebijakan politik luar negeri suatu negara, terdapat beberapa model pengambilan keputusan yang dipakai, diantaranya adalah Rational Actor Model dan Bureaucratic Politics Model. Rational Actor Model memiliki asumsi bahwa negara adalah satu-satunya aktor dalam politik dunia. Negara-negara mempunyai tujuan yang identik, dan pembuatan kebijakan merupakan pilihan yang rasional. Model ini mempunyai prinsip “maximize their gains, minimize their loses”. Sedangkan Bureaucratic Politics Model memiliki prinsip “where you sit determines where you stand”. Pemilihan kebijakan luar negeri bergantung pada tawar-menawar dan kompromi antar badan pemerintahan. (Graham T. Allison, 1971)

Namun model ini memiliki kelemahannya masing-masing. Rational Actor Model mengabaikan kenyataan bahwa aktor pembuat kebijakan hanyalah manusia biasa yang dapat melakukan kesalahan. Selain itu, terkadang aktor masih terpengaruh oleh opini publik, desakan  birokrasi, dan ego individual sehingga terkadang mengakibatkan kebijakan yang diambil tidak otimal dan tidak objektif. Banyak ilmuwan politik yang menyarankan untuk meninggalkan model ini, namun kenyataannya model ini tetap menjadi model yang paling banyak digunakan dalam pengambilan kebjakan luar negeri. Sementara itu, Bureaucratic Politics Model sangat bergantung pada seorang pemimpin. Meskipun memiliki tujuan yang sama, para pemimpin memilki cara-cara yang berbeda untuk meraihnya karena beberapa faktor seperti kepentingan pribadi dan latar belakang dirinya. Meskipun memiliki kekuasaan yang absolut, seorang pemimpin harus mendapatkan konsensus dari bawahannya jika tidak ingin terjadi resiko kesalahpahaman, atau bahkan diabaikan. Jika seorang pemimpin gagal mendapatkan konsensus, musuh mungkin mengambil keuntungan dari kondisi tersebut.

Tulisan ini merupakan review Bab 3 “World Politics: Trend and Transformation 11th Edition”

One thought on “Foreign Policy Decision Making

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s