Globalisasi dan Politik Global

Terdapat banyak definisi dari globalisasi, namun dapat disimpulkan bahwa globalisasi adalah semakin melebar, mendalam, dan cepatnya proses saling keterkaitan di seluruh penjuru dunia. Globalisasi sering dikaitkan dengan perubahan dalam skala organisasi sosial, munculnya dunia sebagai sebuah ruang sosial bersama, deteritorialisasi relatif dari aktivitas sosial, ekonomi, dan politik, dan denasionalisasi relatif dari kekuasaan (power). Globalisasi dapat dirumuskan sebagai perubahan mendasar atau transformasi dalam skala spasial organisasi sosial manusia yang menghubungkan masyarakat yang jauh dan memperluas jangkauan hubungan kekuasaan antardaerah dan benua. Selama lebih dari tiga dekade terakhir, skala dan lingkup dari keterkaitan global ini terlihat semakin jelas dalam setiap bidang, mulai dari bidang ekonomi hingga budaya.

Globalisasi haruslah dibedakan dari internasionalisasi dan regionalisasi. Internasionalisasi mengacu pada berkembangnya saling ketergantungan antarnegara, dengan gagasan yang menganggap bahwa negara tetap merupakan unit-unit nasional yang berbeda dan memiliki batas-batas yang jelas. Sementara globalisasi mengacu pada suatu proses dimana perbedaan antara urusan domestik dan eksternal tidak ada lagi. Jarak dan waktu seakan-akan runtuh, sehingga sebuah peristiwa yang ribuan mil jauhnya dapat memberikan dampak lokal dengan sangat cepat, dan sebaliknya dampak perkembangan lokal mungkin dapat menyebar cepat ke seluruh dunia. Sedangkan regionalisasi dapat dipahami sebagai intensifikasi pola keterkaitan dan integrasi antara negara-negara yang memiliki batas bersama dan secara geografis letaknya dekat, seperti Uni Eropa.

Globalisasi masa kini adalah sebuah proses multidimensi yang tidak merata dan asimetris. Yang dimaksud dengan globalisasi asimetris adalah keadaan ketika banyaknya pertidaksamaan dalam proses globalisasi karena bervariasinya intensitas dan ekstensitas dari berbagai kegiatan, yang mewujudkan sebuah keadaan geografis yang tidak merata, dan sering menjadi sumber dari konflik dan kekerasan maupun kerjasama dan harmoni dalam berbagai permasalahan dunia. Banyak yang berpendapat bahwa globalisasi masa kini memberikan sebuah tantangan mendasar pada gambaran kenegaraan berdaulat yang ideal dalam Perjanjian Westphalia, sekaligus mengubah tatanan dunia.

Globalisasi memerlukan perubahan konseptual dalam pemikiran kita tentang politik dunia, terutama dari prinsip state-centric ke perspektif politik geosentris atau politik global. Namun pada saat yang sama, politik global dipenuhi dengan ketidaksetaraan dalam kekuasaan sehingga lebih tepat digambarkan sebagai politik yang terdistorsi karena adanya ketimpangan kekuatan yang signifikan. Politik global menjadi sebuah politik dominasi, pertarungan, dan kompetisi antara negara-negara kuat dan keuatan sosial transnasional, karena negara-negara dan kelompok-kelompok dengan sumber daya kekuatan yang lebih besar dan mempunyai akses ke situs utama pengambilan keputusan global akan lebih cenderung memiliki kontrol terbesar atau pengaruh atas agenda dan hasil dari politik global.

Tulisan ini merupakan review Bab 1 “The Globalization of World Politics Fifth Edition”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s