Kata Kunci Ideologi-ideologi Politik (2)

KOSMOPOLITANISME

Cosmopolitanisme: paham yang mempunyai pandangan bahwa seseorang tidak perlu memiliki kewarganegaraan, namun lebih sebagai warga dunia internasional. Karena pada hakikatnya dunia ini dimiliki oleh orang-orang yang tinggal di dalamnya, sehingga setiap orang mempunyai hak dan tanggung jawab yang sama terhadap dunia ini.

Apartride:  seseorang yang tidak mempunyai status kewarganegaraan dari suatu negara.

Nationality: status yang diberikan oleh negara kepada warga negaranya yang menandakan bahwa orang tersebut merupakan bagian dari negara tersebut.

Immanuel Kant: pencetus paham kosmopolitanisme melalui esainya yang berjudul Idea for a Universal History from a Cosmopolitan Point of View.

Human Rights: hak asasi manusia merupakan hak alami yang dimiliki oleh manusia dan hak tersebut  untuk diperjuangkan.

Universal imperialism: dunia yang dipimpin oleh suatu otoritas.

Democracy: paham yang berasumsi bahwa kekuasaan negara yang sebenarnya adalah di tangan rakyatnya.

Law oriented: mendasarkan segala tindakan yang dilakukan sesuai dengan hukun yang berlaku.

Antagonisme: sikap alamiah manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Manusia mempunyai tanggung jawab secara kelompok untuk membangun kelompok tersebut, namun setiap manusia pasti juga memiliki kepentingan pribadi yang juga harus dipenuhi.

Justice: perlakuan yang sama terhadap setiap orang tanpa membeda-bedakan.

Declaration of Human Rights: deklarasi yang diprakarsai oleh presiden F.D. Roosevelt untuk menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Sumber: http://www.artikata.com/arti-336365-kosmopolitanisme.html

ugm.academia.edu/…/Pengembangan_Human_Capital_dan_Pendidikan_Kosmopolitan

FEMINISME

Feminism: teori tentang kesetaraan peranan perempuan dalam segala bidang terutama politik dan usaha untuk menghapus bias gender

Gender inequality: perbedaan (kesenjangan) antara laki-laki dan perempuan dalam hal meraih kesempatan dan penghargaan

Gender Empowerment Measure: program PBB untuk mengukur sejauh mana kesetaraan gender di seluruh negara dunia berdasarkan pada pendapatan relatif ekonomi perempuan dan akses ke posisi profesional dan parlemen

Liberal feminism: pandangan untuk menempatkan perempuan yang memiliki kebebasan secara penuh danindividual

Postliberal feminism: pandangan bahwa kita harus mengerti secara jelas pada struktur kesetaraan gender untuk memahami subordinasi perempuan

Radical feminism: aliran yang muncul sebagai reaksi atas kultur seksisme atau dominasi sosial berdasar jenis kelamin di Barat pada tahun 1960-an utamanya melawan kekerasan seksual dan industri pornografi

Feminist social constructivism: pandangan tentang pengaruh gender dalam politik global dan sebaliknya bagaimana pemikiran politik global tentang gender

Feminist poststructuralism: pandangan bahwa selama ini hanya laki-laki yang menguasai pengetahuan dan mendapatkan kekuasaan, sedangkan perempuan tidak

Postcolonial feminism: pandangan bahwa subordinasi perempuan harus dibedakan ke dalam kelas, ras, dan kondisi geografis

Sumber : The Globalization of World Politics & World Politics

ENVIRONMENTALISM

Anthropocentrism: keinginan manusia untuk mengutamakan moral dan pilosopi

Preservation: aktivitas melindungi sesuatu dari kerugian atau bahaya

Biodiversity: keragaman kehidupan tanaman dan hewan di habitat tertentu (atau di dunia secara keseluruhan)

Sustainability: milik yang berkelanjutan

Conservationist: seseorang yang bekerja untuk melindungi lingkungan dari kerusakan atau kontaminasi

 

RELIGIOUS FUNDAMENTALISM

Religion: Kepercayaan dan menyembah pada Tuhan atau dewa-dewa; sistem iman tertentu dan beribadah berdasarkan keyakinannya. (Oxford Learner’s Pocket Dictionary, Fourth edition)

Fundamentalisme: gaya pemikiran ideologis di mana prinsip-prinsip tertentu diakui sebagai ‘kebenaran’ penting yang memiliki otoritas utama dan tidak tertandingi, terlepas dari isinya. (Heywood)

Sekularisme: kepercayaan bahwa agama seharusnya tidak mengganggu urusan duniawi, biasanya tercermin dalam keinginan untuk memisahkan gereja dari negara. (Heywood)

Doktrin: suatu kodifikasi keyakinan atau badan dari ajaran atau instruksi, mengajarkan prinsip-prinsip atau posisi, sebagai ajaran dalam cabang sistem pengetahuan atau keyakinan. (http://www.wordiq.com/definition/Doctrine)

Sacred texts: tulisan yang dihormati untuk menyembah dewa atau Tuhan. (http://www.thefreedictionary.com/sacred+text)

Spiritual: bersangkutan dengan atau mempengaruhi roh atau jiwa. (The American Heritage® Dictionary of the English Language, Fourth Edition)

Belief: merasakan bahwa sesuatu atau seseorang itu nyata dan benar, dan dapat dipercaya; sesuatu yang diterima sebagai kebenaran. (Oxford Learner’s Pocket Dictionary, Fourth Edition)

Aberration: gejala penyesuaian yang dibuat oleh masyarakat karena mereka telah terbiasa dengan budaya modern dan sekularis. (Heywood)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s