Realisme

Realisme adalah sebuah pendekatan teoritis yang menganalisis seluruh hubungan internasional sebagai hubungan negara dalam mengejar kekuasaan. Realisme mengajarkan para pemimpin Amerika untuk fokus pada kepentingan daripada ideologi, untuk mencari kedamaian melalui kekuatan, dan untuk menyadari bahwa kekuatan-kekuatan besar dapat hidup berdampingan bahkan jika mereka memiliki nilai-nilai dan keyakinan yang berbeda. Fakta bahwa realisme menawarkan suatu ‘panduan’ untuk memaksimalkan kepentingan negara dalam lingkungan yang tidak bersahabat menjelaskan mengapa realisme tetap menjadi tradisi yang dominan dalam studi politik dunia. Para realis berpendapat bahwa kebutuhan untuk bertahan hidup (survival) membutuhkan para pemimpin negara untuk menjauhkan diri dari moralitas tradisional.

Tiga inti dari realisme adalah statisme, survival, dan self-help. Statisme adalah istilah yang diberikan untuk gagasan tentang negara yang secara sah mewakili, melindungi, dan mempertahankan seluruh kehendak kolektif rakyat. Power menjadi hal yang penting bagi realis dan secara tradisional diartikan secara sempit sebagai strategi militer. Namun terlepas dari seberapa banyak power yang dimiliki oleh sebuah negara, inti dari kepentingan nasional semua negara adalah survival. Prioritas utama bagi setiap pemimpin negara adalah keberlangsungan hidup negaranya. Self-help adalah prinsip tindakan anarkis dalam suatu sistem dimana tidak ada pemerintahan global. Setiap aktor pemerintahan bertanggung jawab untuk menjamin kesejahteraan dan keberlangsungan negara masing-masing. Satu mekanisme penting yang menurut para realis menjadi inti dari mempertahankan kebebasan negara adalah balance of power. Mekanisme dari balance of power berusaha untuk memastikan keseimbangan kekuasaan, dalam hal ini tidak ada satu negara atau koalisi negara-negara yang mendominasi negara-negara lain.

Realisme dapat dibedakan menjadi tiga, antara lain: realisme klasik yang pada dasarnya adalah tentang perjuangan hak milik, dan perjuangan ini sering dalam bentuk kekerasan; realisme struktural yang menambahkan tentang kompetisi keamanan dan konflik antar-negara, hingga kurangnya otoritas menyeluruh atas negara dan distribusi kekuasaan dalam sistem internasional; dan realisme neo-klasik yang menggabungkan faktor-faktor struktural dan  faktor-faktor unit-level.

Kelemahan dari realisme adalah fokusnya yang hanya pada negara (aktor-aktor selain negara, seperti organisasi internasional, tidak diperhitungkan), cara-cara realis dalam mengukur power, dan cara-cara dalam mengejar kepentingan negara dengan cara apapun sehingga terkadang perang menjadi suatu hal yang wajar dalam penyelesaiaan konflik (menurut realisme klasik). Namun beberapa realis berpendapat bahwa tindakan anarki ini bisa diatasi dengan kepemimpinan yang bijaksana dan mengejar kepentingan nasional dengan cara yang sesuai dengan tatanan internasional (neo-realisme).

Kelebihan dari realisme adalah terjaminnya pencapaian kepentingan nasional tanpa harus mengurangi kedaulatan negara dengan bergabung pada sebuah organisasi internasional secara penuh.

Tulisan ini merupakan review bab 5 “The Globalization of World Politics Fifth Edition”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s