The Changing Character of War

Perang telah menjadi bagian dari sejarah manusia. Sejak berakhirnya Perang Dingin, baik frekuensi maupun kematian yang disebabkan oleh perang telah menunjukkan penurunan yang tajam, khususnya perang antara kekuatan-kekuatan besar yang tidak seperti pada zaman-zaman sebelumnya. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh perubahan dalam sistem internasional, sehingga menyebabkan perubahan dalam karakteristik perang.

Perang pada era kontemporer ini tidak selalu mudah untuk dijelaskan, karena banyaknya definisi yang dilontarkan oleh para ahli. Terkadang menurut sebuah definisi, suatu peristiwa dapat dikatakan sebagai perang, namun menurut definisi lainnya peristiwa tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai perang. Namun secara singkat, perang dapat dikatakan sebagai bentuk kasar/brutal dari politik.

Perang pada era kontemporer ini telah dipengaruhi oleh adanya globalisasi. Sifat dasar perang tetap tidak berubah, tetapi bentuknya mencerminkan zaman dan lingkungan tertentu di mana perang tersebut terjadi. Perang membutuhkan masyarakat yang sangat terorganisasi, dan dapat menjadi penyebab yang kuat dari suatu perubahan.

Kemajuan teknologi secara dramatis menunjukkan bahwa sebuah revolusi dalam bidang kemiliteran mungkin sedang terjadi. Revolusi ini biasanya disebut dengan revolution in militery affairs (RMA). Beberapa negara saat ini memiliki teknologi yang memungkinkan terjadinya RMA tersebut. ‘Era informasi’ semakin tercermin dalam ‘peperangan informasi’. Sementara itu pihak lawan yang memiliki sedikit atau bahkan tidak memiliki akses terhadap teknologi RMA tersebut cenderung menggunakan ‘perang asimetris’ untuk melawan perang dengan cara mereka sendiri.

New war’, yang diikuti oleh kehancuran negara-negara, seringkali disebabkan oleh konflik identitas dan wilayah. Konflik tersebut biasanya terjadi di negara-negara yang pembangunannya kurang dan mengalami kerawanan ekonomi yang signifikan. Jenis perang baru ini pada kenyataannya mengikuti sebuah pola perang yang khas sejak tahun 1950-an.

Selama beberapa dekade terakhir ini, munculnya pemberontakan dan aktor non-negara dalam perang, dan kesiapan mereka untuk menggunakan teror dan metode tidak teratur lainnya, telah menyebabkan banyak pengamat berbicara mengenai jenis perang baru ini. Mereka mengasumsikan bahwa ‘perang lama’ hanya dilancarkan antara negara-negara dan angkatan bersenjata yang sebanding/setara. Sebagian besar komentar ini telah kehilangan konteksnya karena telah dibatasi oleh adanya norma-norma dan teori-teori baru, terutama setelah adanya serangan 9/11, yang telah mengubah cara pandang banyak orang mengenai jenis ‘perang baru’. Perang tidak lagi terjadi hanya antarnegara saja, tetapi juga dapat terjadi antara negara dengan aktor non-negara, dan perang bukan lagi hanya untuk memperebutkan wilayah dan kekuasaan semata, dan bentuknya tidaklah harus secara fisik atau menyebabkan kematian banyak orang. Perang saat ini lebih banyak berupa perang psikis dan informasi, karena biasanya pihak yang memiliki lebih banyak akses ke sumber informasi akan memperoleh keuntungan untuk menekan lawannya, dan siapa yang lebih cepat memanfaatkan informasi tersebut maka pihaknyalah yang akan menang.

Tulisan ini merupakan review Bab 13 “The Globalization of World Politics Fifth Edition”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s